Kolaborasi Prodi KPI UIN Sunan Kalijaga dan PKK Kawasan Sleman, Bekali Perempuan Keterampilan Menyaring Hoaks dan Mendampingi Anak di Era Digital

Sleman– Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berkolaborasi dengan PKK Kawasan Jetis, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, menyelenggarakan pelatihan literasi digital bertajuk “Perempuan Bijak di Era Digital” pada Sabtu (17/10/2026). Bertempat di Balai RW 60, Perumahan Candi Gebang Permai, kegiatan ini membahas pemeriksaan informasi, keamanan transaksi daring, serta pendampingan anak dalam menggunakan gadget.

Pelatihan menghadirkan Dian Eka Permanasari, M.A. dengan materi “Menyaring Berita dan Bertransaksi Online” serta Seiren Iktiara, M.A. yang menyampaikan materi “Cara Cerdas Mendampingi Anak Menggunakan Gadget”.

Dalam sesi pertama, peserta diajak memahami pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Materi mencakup langkah menyaring berita, penggunaan Google Lens dan TurnBackHoax untuk membantu memeriksa informasi, serta cara mengenali potensi penipuan daring. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai perlindungan data pribadi, termasuk pentingnya menjaga kerahasiaan kode OTP, PIN, dan kata sandi ketika bertransaksi secara online.

Sesi kedua membahas pendampingan anak dalam menggunakan gadget secara bijak. Materi meliputi pengaturan waktu penggunaan perangkat, pemilihan konten sesuai usia, perlindungan privasi, serta pencegahan paparan konten berbahaya dan perundungan di ruang digital. Orang tua juga diajak membangun komunikasi dengan anak dan memberikan teladan melalui kebiasaan penggunaan gadget sehari-hari.

Materi yang disampaikan mendapat tanggapan positif dari peserta. Salah seorang peserta menilai pembahasan pemeriksaan fakta relevan dengan kebiasaan berbagi informasi di grup percakapan warga. Informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman ketika langsung diteruskan kepada orang lain.

Peserta lainnya mengungkapkan bahwa pelatihan memberinya pengetahuan baru tentang cara memeriksa informasi digital. Ia menyampaikan, “Setelah ini kita tahu cara mencari situs hoaks tadi. Kalau ada WA yang tidak kita tahu ataupun kita dapat hadiah, kita tidak langsung ngeklik.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa materi pelatihan memberikan tambahan pemahaman mengenai pentingnya berhati-hati ketika menerima pesan atau tautan yang belum jelas kebenarannya. Salah seorang peserta juga menekankan pentingnya memastikan informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. “Kalau ada berita ini menyebar itu kan dosa. Itu kan harus ... kalau saya, pribadi harus lebih hati-hati,” tuturnya.

Selain menambah pengetahuan tentang pemeriksaan fakta, materi pendampingan anak juga memberikan wawasan yang dapat dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Peserta memperoleh pemahaman bahwa penggunaan gadget secara bijak memerlukan peran orang tua, baik melalui pendampingan maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung melalui rangkaian pembukaan, sambutan, pre-test, penyampaian materi, praktik, post-test, dan sesi tanya jawab. Melalui kolaborasi ini, Prodi KPI UIN Sunan Kalijaga dan PKK Kawasan berupaya mendorong masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi, aman saat bertransaksi daring, serta bijak dalam mendampingi anak menggunakan teknologi digital.

Reporter dan Penulis : Muhammad Alaykaula(@philovoxy)