Tingkatkan Pengetahuan Literasi Digital Ibu-Ibu Desa Pandowan Demi Masa Depan Anak

Yogyakarta - Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga pada Kamis, 19 Agustus 2021 berhasil melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan Literasi Media yang bertemakan “Dampak dan manfaat media digital bagi perkembangan anak” di ruang pertemuan kantor Desa Pandowan Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Prodi KPI dengan pemerintah Desa Pandowan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan masyarakat desa Pandowan khususnya Ibu-ibu terhadap perilaku anak-anak mereka.Hal ini disampaikan oleh Susiana salah satu mahasiswa KPI yang menjadi panitia kegiatan tersebut dua minggu sebelum pelaksanaan kegiatan.

Al- Farabi salah satu mahasiswa KPI yang menjadi koordinator pelaksanaan program kerja sama ini juga menyampaikan perlunya diadakan kegiatan literasi digital, khususnya buat ibu-ibu. Hal ini dilandaskan atas pengalaman dia selama sebulan melaksanakan KKN di desa Pandowan. Dimana banyak perilaku anak-anak yang banyak diadopsi dari konten-konten media sosial. Dan banyak ibu-ibu yang mengeluh terhadap perubahan perilaku tersebut.Akhirnya setelah berkomunikasi dengan kepala desa dan juga konfirmasi dengan ketua Prodi KPI kegiatan literasi media ini direncanakan.

Penyuluhan literasi digital yang dihadiri 15 peserta dibuka dengan sambutan Kepala desa Budi Santoso. Dalam sambutanya, Budi Santoso mengutarakan harapanya akan manfaat yang akan diterima oleh ibu-ibu desa pandowan berupa penambahan pengetahuan terkait literasi digital. Selain itu dia juga berharap agar nantinya para ibu-ibu bisa mempraktekan ilmu yang diberikan dan menularkan pada ibu-ibu yang lainya.

Sesudah acara sambutan, sesi pertama penyuluhan dilakukan dengan materi “dampak gadget terhadap perkembangan perilaku anak” yang disampaikan oleh Nanang Mizwar Hasyim. Sebelum memberikan materi, ketua Prodi KPI ini bertanya kepada ibu-ibu terkait seberapa dalam para ibu-ibu mengenal dunia digital. Hampir dari seluruh peserta belum mengenal istilah dunia digital. Akan tetapi setelah diberikan penjelasan dan contoh konkrit tentang tegnologi digital berupa smart phone dan apa saja fasilitas yang ada ketika menggunakanya, mereka semua bilang faham.

Pada sesi pemberian materi tentang bagaimana pengaruh media sosial terhadap perilaku anak-anak, banyak dari ibu-ibu yang mulai kuatir. Seperti yang diutarakan oleh ibu Eny suryati pada saat tanya jawab.Ibu yang mempunyai anak kelas SD ini mengeluh tentang bagaimana perilaku dan sikap anaknya. Salah satu keluhannya adalah adanya tingkat emosional anaknya yang meningkat.Dia juga minta saran bagaimana menghadapi dan merubah perilaku tersebut.

Hampir 2 jam sesi pertama ini berlangsung. Dan para peserta sangat antusias mengikutinya. Hal ini bisa dilihat bagaimana sikap mereka saat mendengarkan materi dan mencatat materi-materi yang mereka anggap penting.Selain itu juga antusiasme juga ditunjukkan pada saat keaktifan mereka saat diskusi terkait pada perubahan perilaku anak-anak mereka setelah menonton konten-konten dalam media sosial dan permainan game.

Tidak kalah menarik, pada sesi ke-dua tentang “Pola Asuh orang tua dalam Era digital” dimulai dengan sebuah permainan yang fasilitatori oleh M. Sinug Restendy. Pemateri ke-dua ini mengajak ibu-ibu untuk bernyanyi sambil menari-nari. Setelah permainan usai, sekertaris Prodi KPI ini mengajak ibu-ibu untuk menceritakan problem dan kesulitanya dalam mengasuh anak-anaknya. Dengan metode saling tunjuk dari satu peserta ke peserta yang lain, para peserta menyampaikan problem mereka masing-masing. Dan proses diskusi berjalan efektif hingga para peserta saling bertukar pengalaman tentang cara mereka menghadapi perilaku anak mereka masing-masing.

Dari hasil diskusi tersebut, kemudian Sinung Restendy mengurai setiap problem dan bagaimana cara yang sudah dilakukan dengan kerangka analisis yang sesuai dengan materi yang dipersiapkan. Subtansi dari materi yang disampaikan bahwa dalam pola asuh di era digital hal pertama yang harus dilakukan adalah orang tua harus melek dunia digital. Sehingga dengan literasi tersebut orang tua mampu melakukan kontrol terhadap konten-konten yang dikonsumsi oleh anak-anak mereka. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah intensitas orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka pada saat mengkonsumsi konten-konten yang mereka saksikan. Intensitas pendampingan orang tua juga harus disertai dengan mengajak anaknya untuk berdiskusi, mendengarkan cerita mereka dan juga membuat komitmen bersama tentang seberapa lama mereka diperkenankan dalam menggunakan tegnologi digital.

Setelah hampir dua jam materi kedua dilaksanakan. Acara dilanjutkan dengan proses evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. Proses evaluasi penyuluhan difasilitasi oleh M. Diak Udin dan dibantu oleh mahasiswa KPI yang menjadi Panitia.Diak Udin memulai proses evaluasi dengan memberikan petunjuk pengisien kuesioner yang sudah diberikan kepada peserta. Isi koesiener tersebut diantaranya adalah berisitentang tingkat pemahaman para peserta terhadap materi yang sudah diberikan. Strategi dan metode penyampaian materi, dan seberapa penting kegiatan ini dibutuhkan oleh meraka. Setelah koesioner dikumpulkan acara kemudian ditutup dengan penanda tanganan naskah perjanjian kerjasama oleh Kepala desa dan sesi foto bersama.