Bekali Anggota Baru, KalijagaNews Selenggarakan PJTD

KalijagaNews- Laboratorium Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD), Senin-Selasa 18-19 April 2022. Pelatihan tersebut diikuti anggota baru divisi KalijagaNews dengan system blended learning.
Penanggungjawab acara Irawan Wibisono mengatakan, pelatihan hari pertama diselenggarakan secara online sedangkan untuk hari ke dua peserta wajib hadir di Ruang Rapat Fakultas Dakwah dan Komunikasi. PJTD tersebut menjadi syarat awal anggota KalijagaNews sebelum terjun ke lapangan. Dalam pelatihan itu peserta mendapatkan sembilan materi mulai dari pengertian berita, strightnews dan feature hingga pengembangan integrasi-interkonesi dalam penulisan berita. “seluruh ilmu dasar jurnalistik kita berikan agar peserta memiliki pondasi yang kuat sebelum terjun ke lapangan. Peserta juga dibekali dengan jurnalisme khas Kalijaga yang memasukkan nilai-nilai integrasi-interkoneksi,” katanya.
Dengan pelatihan tersebut diharapkan peserta siap melakukan kerja jurnalistik dengan baik dan benar. Tak hanya itu, peserta juga wajib mengamalkan nilai-nilai moral sebagai jurnalis yang terkandung dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ). “menjadi jurnalis harus memegang ‘kitab suci’ yang telah ditentukan. Tak hanya pandai dalam menulis tapi mereka harus siap menghindari ‘godaan-godaan’ sebagai jurnalis. Dari 21 peserta yang mendaftar, 13 peserta dinyatakan lulus PJTD,” pungkasnya.
Sementara itu Kaprodi KPI Nanang Mizwar Hasyim menyampaikan kegelisahannya terhadap kondisi media saat ini. Sebab menurutnya, media hanya berkutat pada siapa yang salah dan siapa yang benar tanpa menghadirkan solusi di tengah masyarakat. “media memang bukan sebagai pemberi solusi, tapi media bisa memberitakan sesuatu yang dianggap masyarakat sebagai sebuah alternative lain. Salah satunya dengan cara menghadirkan multiperspektif dalam membahas sebuah isu,” jabarnya.
Nanang berharap KalijagaNews hadir sebagai media alternatif di tengah-tengah disrupsi informasi saat ini. “jangan lupa, kita harus memasukkan nilai-nilai Islam dalam setiap isu yang diangkat. Sebab selama ini jika ada isu hanya dua pihak yang diberi ruang. Kita hadirkan ruang keislaman sebagai salah satu perspektifnya,” tandas dia.
Salah satu peserta PJTD, Muhammad Fahmi, menanggapi positif apa yang disampaikan seluruh pemateri dalam pelatihan ini. Mahasiswa Prodi KPI tersebut mengaku mendapatkan perspektif baru dalam jurnalistik. “ternyata banyak hal yang menarik dalam jurnalistik yang belum kita tahu. Termasuk bagaimana perspektif Islam yang digunakan menjadi salah satu kajian jurnalistik,” katanya. (.)