Webinar Internasional KPI Sesi #2, Pentingnya Keluarga dan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme

Prodi KPI bersama The Apex Chronicles setelah sukses melaksanakan Webinar Internasional Seri #1 Contra-Narration of Violent Extremism through Online Media pada 22 Juni 2022, kembali melaksanakan Webinar Internasional Seri #2 dengan tema The Impact of Society and Family in Deradicalization. Webinar Internasional ini dilaksanakan secara daring di Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada hari Senin 18 Juli 2022 dengan dihadiri akademisi, masyarakat, dan praktisi dari berbagai Negara. Narasumber yang dihadirkan adalah Kompol Vanggivantozy Pradugasatria (Densus 88), INSP. Ts. Mohd Norzikri Kamaruddin (CVE Researcher Royal Police Malaysia), Angelita Somonod Limbo (CVE Researcher AMAN Indo-Pacific), Prof. Alimatul Qibtiyah (Dosen Prodi KPI dan Komisioner Komnas Perempuan).

Kompol Vanggivantozy Pradugasatria menyampaikan ada 2 pendekatan dalam menghadapi teror yaitu dengan hard approach dan soft approach. Hard approach dilakukan dengan proses pengintaian oleh intelejen dan dengan skema penyelidikan, penindakan juga penyidikan. Sedangkan soft approach merupakan proses preventif (pencegahan) dengan terus melakukan identifikasi, sosialisasi di masyarakat yang rentan dan beresiko terpapar radikalisme. Ada pengawasan juga diperlukan untuk memutus rantai perkembangan teror dengan diskusi dan secara persuasif memberi pemahaman ideologi, agama, sosial, budaya, maupun pendekatan ekonomi agar terhindar perilaku radikal.

Deradikalisasi dilakukan secara menyeluruh. Tersangka yang masuk rutan dilakukan pembinaan dan pendampingan, proses pendampingan tidak hanya pada tersangka tetapi juga pada keluarga. Pembinaan dan pendampingan dilakukan dengan juga memperhatikan keluarga jangan sampai terlantar, bermasalah ekonomi, pengasuhan maupun pendidikan anak setelah kepala rumah tangga menjadi tersangka. Tokoh agama sering didatangkan di keluarga maupun ex napiter untuk diskusi dan ngobrol sebagai bagian proses deradikalisasi. Saat masa Covid-19 pendampingan dilakukan secara online. Densus bermitra dengan aparat pemerintah dan masyarakat untuk membantu dalam proses pendampingan dan pembinaan bagi keluarga maupun ex napiter, sehingga dengan melibatkan semua unsur sosial, ex napiter dan keluarga cepat kembali pulih dan menyatu di masyarakat.

Prof Alimatul Qibtiyah menambahkan poin penting yaitu semua konflik yang ada, dampak terburuknya pada keluarga. Maka sangat penting keterlibatan perempuan dalam setiap pemecahan masalah tidak hanya radicalism, extrimism, maupun terorism. Kertas Konsep solidaritas Internasional Komnas Perempuan selalu digalakkan dengan membangun kerjasama dengan lembaga HAM diberbagai Negara agar persoalan perempuan akibat konflik maupun terrorism bisa terselesaikan.

Webinar Internasional ini adalah hasil kerjasama Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga dengan The Apex Chronicles. Webinar Internasional ini akan dilaksanakan 4 kali di Tahun 2022. Harapan dari keseluruhan Webinar ini adalah edukasi bagi masyarakat, akademisi maupun praktisi agar memahami dunia terorisme dan media juga bisa melakukan upaya preventif untuk mencegah teror maupun radikalisme di seluruh dunia. Ulasan lengkap Webinar seri #2 akan ditayangkan ulang di Youtube KPI UIN SUKA beberapa hari lagi.