Mahasiswa dan Dosen Berkolaborasi Gelar Sosialisasi Tantangan AI dan Pemutaran Film di Kampoeng Cyber Yogyakarta

Yogyakarta — Mahasiswa dan Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berkolaborasi bersama mahasiswa Teknik Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Tantangan Hadirnya Artificial Intelligence (AI) dan Pemutaran Film Karya Mahasiswa di Kampoeng Cyber RT 36 Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ibu Marganing, Voice of Jogja Store, tersebut dibuka langsung oleh Ketua RT Kampoeng Cyber, Antonius Sasongko atau yang akrab disapa Pak Koko. Acara berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB dengan antusiasme tinggi dari warga dan pelaku UMKM kreatif setempat.

Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta menyampaikan berbagai kiat agar masyarakat dapat terhindar dari konten hoaks hasil generate AI. Materi yang disampaikan meliputi cara mengenali gambar, video, maupun suara palsu berbasis AI yang kini semakin sulit dibedakan dengan konten asli.

Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan pemutaran film pendek dokumenter karya mahasiswa KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Film tersebut mengangkat fenomena ancaman AI terhadap pelaku UMKM kreatif di Kampoeng Cyber, terutama terkait kekhawatiran hilangnya pekerjaan-pekerjaan kreatif akibat perkembangan teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan.

Habibi, dosen sekaligus pembimbing mahasiswa KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat kreatif di era perkembangan AI.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat mengenai bagaimana AI dapat menjadi peluang sekaligus ancaman bagi industri kreatif,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh diskusi interaktif. Ibu Marganing selaku tuan rumah mengapresiasi film dokumenter yang diputar dalam kegiatan tersebut. Ia menilai film tersebut mampu menggambarkan ancaman AI secara kuat dan emosional.

“Editornya jago sekali. Tantangan AI bisa ditampilkan begitu mengancam dan terasa nyata,” ungkapnya.

Sementara itu, Pak Iwan, pelaku UMKM yang menjadi narasumber dalam film dokumenter tersebut, mengaku senang karena gagasannya mengenai AI dan penggunaannya dalam industri kreatif dapat tersampaikan kepada masyarakat luas.

“Semoga masyarakat semakin paham bahwa AI bisa membantu pekerjaan, tetapi juga perlu digunakan secara bijak agar tidak mematikan kreativitas manusia,” katanya.

Ketua RT Kampoeng Cyber, Antonius Sasongko, juga menyoroti nuansa film yang menurutnya berhasil membangun suasana mencekam mengenai ancaman AI.

“Sisi menyeramkan AI tersampaikan dengan sangat kuat, bahkan musik latarnya terasa mencekam seperti film G30S/PKI,” ujarnya disambut tawa warga yang hadir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan warga Kampoeng Cyber diharapkan semakin sadar terhadap tantangan perkembangan AI, baik dalam dunia industri kreatif maupun potensi penyalahgunaannya untuk penipuan dan penyebaran hoaks digital.