Diseminasi Film Dokumenter Nadi Tanah Kasongan sebagai Upaya Mengangkat Potensi Gerabah Kasongan
Bantul – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama dosen pembimbing melaksanakan kegiatan diseminasi film dokumenter Nadi Tanah Kasongan di Nangsib Keramik, Desa Wisata Kasongan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan mendukung promosi potensi lokal sekaligus memperkenalkan kisah perjuangan pelaku usaha gerabah kepada masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan diseminasi dihadiri sekitar 40 peserta yang terdiri atas warga setempat dan peserta workshop gerabah yang sedang berkunjung ke Nangsib Keramik. Melalui pemutaran film dokumenter, peserta diajak mengenal lebih dekat sejarah, perkembangan, serta dinamika industri gerabah yang telah menjadi identitas Desa Wisata Kasongan selama puluhan tahun.
Film dokumenter Nadi Tanah Kasongan mengangkat kisah Dicky Bisma Saputra, pemilik Nangsib Keramik, yang dikenal sebagai salah satu pelopor pemasaran gerabah berbasis digital di Kasongan. Dokumenter ini menampilkan perjalanan Bisma dalam mengembangkan usaha keluarga di tengah perubahan zaman, mulai dari tantangan produksi, pemasaran, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.
Dosen pembimbing kegiatan, Seiren Ikhtiara, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa film dokumenter tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat. Melalui dokumentasi yang dikemas secara kreatif dan informatif, potensi lokal dapat diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas sekaligus menjadi arsip sosial yang bernilai bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari kegiatan diseminasi, mahasiswa tidak hanya menayangkan film, tetapi juga memperkenalkan proses produksi dokumenter yang telah dilakukan selama beberapa bulan. Mulai dari tahap riset lapangan, wawancara dengan pelaku usaha dan masyarakat, pengambilan gambar, hingga penyusunan narasi film. Proses tersebut dilakukan untuk menghasilkan dokumentasi yang mampu merepresentasikan kondisi nyata Desa Wisata Kasongan secara lebih mendalam.
Melalui pemutaran film ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat melihat kembali nilai-nilai yang selama ini hidup di Kasongan, khususnya semangat mempertahankan kerajinan gerabah sebagai sumber penghidupan sekaligus warisan budaya. Di sisi lain, kehadiran peserta workshop dari luar daerah juga menjadi peluang untuk memperkenalkan Nangsib Keramik dan produk gerabah Kasongan kepada calon konsumen maupun pengunjung baru.
Film dokumenter menjadi media yang efektif dalam menyampaikan informasi karena tidak hanya menghadirkan data dan fakta, tetapi juga menampilkan pengalaman, perjuangan, dan cerita manusia di balik sebuah usaha. Melalui pendekatan tersebut, promosi yang dilakukan tidak sekadar memperkenalkan produk, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara masyarakat, pelaku usaha, dan audiens.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Diskusi yang muncul setelah pemutaran film menunjukkan bahwa dokumentasi visual mampu menjadi sarana refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan industri gerabah di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Selain itu, pemutaran film ini memperlihatkan bagaimana karya dokumenter dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi sekaligus promosi potensi lokal yang dimiliki Desa Wisata Kasongan.
Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa menyerahkan kenang-kenangan kepada Dicky Bisma Saputra selaku pemilik Nangsib Keramik sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama proses produksi film berlangsung. Momen tersebut menjadi simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendokumentasikan serta mempromosikan potensi lokal.
Melalui kegiatan diseminasi film dokumenter Nadi Tanah Kasongan, mahasiswa KPI UIN Sunan Kalijaga menunjukkan bahwa karya audiovisual tidak hanya dapat digunakan sebagai media pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dengan mengangkat kisah perjuangan pelaku usaha lokal dan memperkenalkan potensi Desa Wisata Kasongan, film dokumenter diharapkan mampu menjadi media promosi, edukasi, sekaligus pelestarian budaya yang relevan dengan perkembangan era digital.