Dari Hobi jadi Prestasi

Siti Nur Laili Rahmawati adalah salah satu mahasiswi program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, FDK, UIN Sunan Kaliaga Yogyakarta, angkatan tahun 2017. Perempuan yang biasa dipanggil oleh teman-temannya Siti ataupun Laili tersebut diketahui berasal dari Bumi Majapahit, Mojokerto. Seperti mahasiswa pada umumnya, keseharian Siti disibukkan dengan perkuliahan dan tugas-tugas kampus. Namun, disela-sela waktu luangnya, dia biasanya akan mengabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukainya, diantaranya seperti menulis dan mempelajari bahasa asing.

Hobi menulis, terutama genre non-fiksi, sudah dimiliki Siti sejak duduk di bangku SMA. Saat itu, selain menulis untuk buletin ekskul, dirinya juga kerap mengikutsertakan tulisannya dalam ajang kepenulisan LKTI dan esai. Beberapa diantara kompetisi menulis tersebutpun berbuah manis. Memasuki dunia kuliah, dirinya semakin tertantang untuk mengembangkan hobi tersebut. Namun hal tersebut ternyata bukan perkara mudah. Mengingat, saat di SMA dirinya cenderung menulis hal-hal dalam bidang ilmu alam–natural science.Sementara, jika ingin menyesuaikan dengan bidang yang dipelajarinya saat ini, dia harus mengarahkan tulisannya pada bidang ilmu sosial–social science. Namun, berkat ilmu-ilmu yang disampaikan para dosen serta sejumlah sosok yang menginspirasinya di UKM EXACT,semangatnya untuk belajar menulis tidak lantas padam.

Di tahun pertama kuliah, dia mencoba memberanikan diri untuk mengikuti lomba menulis. Mulai dari lomba A, B, C, dan seterusnya, tidak banyak yang membuahkan hasil,mentokhanya 10 besar. Tidak mau berputus asa, memasuki tahun kedua dan ke tiga, Siti masih tetap rajin mendaftarkan diri untuk berbagai lomba menulis. Hingga akhirnya, momen yang ditunggu-tunggu tiba. Sejumlah lomba menulis berhasil dimenangkannya, diantaranya yaitu juara 2 Lomba Esai Seminar Nasional Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga (2018) serta juara 2 Welfest National Essay Competition (2019). Perempuan berkacamata tersebut bahkan mengaku bahwa mengikuti ajang lomba menulis menjadi hiburan tersendiri baginya, meskipun lebih sering kalah dibanding menangnya.

Sedangkan terkait mempelajari bahasa asing, Bahasa Inggris menjadi bahasa yang paling diminatinya. Tidak seperti menulis, kemampuan Bahasa Inggris baru mulai coba dikembangkan Laili ketika masuk kuliah. Sejak semester satu dia telah menjadi anggota UKM SPBA sebagai sarana untuk mengasah kemampuan berbicara Bahasa Inggrisnya, terutama debat(english debate).Keputusannya untuk masuk dalam “dunia baru” tersebut tentu tidak tiba-tiba. Melainkan berkat pengalamannya mengikuti lomba debat Bahasa Inggris PBAK UIN Sunan Kalijaga 2017. Pada kesempatan tersebut Siti dan timnya berhasil meraih posisi ke-dua. Dari situ rasa penasaran untukmenjajalhal baru muncul. Di SPBA, kemampuan debat Siti dilatih. Siapa sangka, dirinya bahkan kemudian sempat terpilih menjadi salah satu delegasi untuk mewakili kampus dalam lomba debat di UIN Walisongo (2017).

Di tahun 2019,awardeeBeasiswa Unggulan (BU) Kemendikbud ini memilihrehatdari debat Bahasa Inggris. Namun, kali ini dia mencoba untuk menggabungkan antara kegemarannya menulis dan belajar Bahasa Inggris. Salah satu cara yang dinilai dapat membantu yaitu dengan mengikuti lomba menulis Bahasa Inggris. Dari sejumlah lomba yang pernah diikuti, satu yang kemudian membuat Siti keluar sebagai juara ke dua, yakni pada lomba esai Festival Bahasa di IAIN Kudus, Jawa Tengah. Hasil tersebut tentu sangat tidak disangka oleh Siti, mengingat saat proses penilaian presentasi di babak final, dia sempat kehilangan kepercayaan diri karena harus menghadapi persaingan yang ketat dari finalis lain.

Sejumlah pencapaian yang diraih Laili tentu kemudian membuatnya semakin bersemangat untuk turut menghidupkan organisasi yang telah memberikannya wadah untuk mengembangkan hobinya. Sehingga di tahun kedua, dia menerima amanah untuk menjadi pengurus di kedua UKM tersebut, EXACT dan SPBA. Selama menjadi pengurus, lagi-lagi ternyata dirinya justru merasa sangat diuntungkan. Karena dengan demikian dia dapat melatih dan meningkatkan berbagaisoft skillsserta mempererat kekeluargaan antar teman yang ada.

Selain berkat berbagai pihak di kampus, Siti menyadari segala yang diperolehnya hingga saat ini tentu atas ijin dan pemberian dari Allah SWT. Hal tersebut selain membuatnya senantiasa bersyukur, juga turut mengingatkannya untuk selalu meluruskan niat dalam berkarya. Sehingga, apa yang dilakukan tidak seharusnya sekadar mengejar materi, popularitas, ataupun hal sejenis lainnya yang lantas hanya menguntungkan dirinya sendiri. Melainkan juga harus mengandungpositive valuesyang dapat memberikan kebermanfaatan bagi pihak/orang lain. Selanjutnya, yang juga tidak boleh ketinggalan, yakni sosok keluarga, terutama sang ibu yang tidak pernah lelah memberikan kasih sayang, nasihat, dan do’a terbaik bagi dirinya.