Perbaiki Kualitas Mahasiswa Magang, Prodi KPI Gelar Evaluasi

Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Evaluasi Kegiatan Magang Profesi tahun 2021 di Atrium Premiere Hotel, Kamis(18/11). Sedikitnya 16 mitra KPI dari instansi pemerintah, swasta serta berbagai perusahaan media hadir dalam acara tersebut.

Ketua Panitia, Mochammad Sinung Restendy, menjelaskan kegiatan evaluasi magang profesi dilaksanakan dalam rangka mengetahui respon mitra terhadap kinerja mahasiswa magang di masing-masing instansi. Prodi juga ingin mendapatkan masukan terkait keterampilan apa yang harus dikuasai mahasiswa saat magang di instansi atau perusahaan mitra. “selain itu, kami ingin tahu kekurangan dari mahasiswa magang agar ke depannya kita perbaiki. Selanjutnya prodi KPI ingin lebih mempererat hubungan dengan mitra melalui penandatanganan perjanjian kerja sama,” katanya.

Sinung menyebut ada 16 mitra yang hadir dalam kegiatan evaluasi magang profesi tahun ini. Yakni PT Radio Suara Istana, Nahnu TV, Mitra Wacana, Kanwil Kemenag DIY, Dinas Kominfo Kabupaten Sleman dan Polda DIY. Selain itu hadir pula perwakilan dari Dinas Kominfo DIY, Sserikat News, Gusdurian, Dinas Pariwisata DIY, Magma Production serta Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. “Karena kegiatan dilaksanakan secara luring, maka kami hanya mengundang instansi yang berada di kawasan DIY. Sedangkan instansi atau perusahaan mitra yang berada di luar DIY kami minta untuk mengisi form evaluasi,” tandasnya.

Salah satu peserta, Dian Astuti, mengapresiasi langkah prodi KPI dalam menyelenggarakan evaluasi program magang profesi. Seksi Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta itu menyebut mahasiswa magang yang berada di instansinya sudah memiliki kompetensi sesuai dengan yang dibutuhkan. Setiap hari pihaknya meminta mahasiswa magang untuk menulis satu berita yang akan diunggah di portal resmi pariwisata.jogjakota.go.id. “kami sudah beberapa kali menerima mahasiswa magang dari UIN, khususnya KPI. Menurut saya mahasiswa yang magang tahun ini lebih baik kinerjanya dari periode sebelumnya,” ungkapnya.

Meski begitu, lanjut Dian, pihaknya memiliki sejumlah catatan penting untuk peserta magang selanjutnya. Dia menyebut peserta magang harus mengetahui standar operasional prosedur di setiap instansi. Selain itu attitude dalam berkomunikasi juga wajib diperhatikan. “Ini yang saya kira menjadi tugas kampus. Membekali pengetahuan tentang seluk beluk dunia kerja. Kalau skill dalam membuat berita atau memotret, saya kira mereka berkumpul dengan teman-teman magang lain selama tiga hari sudah bisa mahir. Tapi kalau attitude ini kan kadang harus diberi tahu terlebih dahulu,” pungkasnya.

Senada, Bramma Aji Putra, mengatakan instansinya menerima banyak mahasiswa magang dari berbagai universitas di Indonesia. Humas Kantor Kemenag DIY tersebut ingin mahasiswa magang dari KPI UIN Sunan Kalijaga memiliki identitas khusus. Dia mencontohkan attitude keislaman harus ditonjolkan dalam setiap aktivitas. Hal itu akan menjadi pembeda dengan peserta magang dari kampus lain. “Jangan lupa ‘I’nya, KPI ada Islamnya. Saya pernah punya pengalaman ada mahasiswa KPI yang magang di BNN. Disuruh kutbah bisa, baca doa bisa, pokoknya bisa apa aja. Ini yang saya kira menjadi pembeda,” ungkap pria yang juga alumni KPI UIN Sunan Kalijaga tersebut.

Sementara itu Ketua Prodi KPI, Nanang Mizwar Hasyim, menanggapi positif evaluasi yang diberikan instansi atau perusahaan mitra. Pihaknya akan menggunakan seluruh masukan dari mitra sebagai bahan perbaikan program magang ke depan. “Pertama saya ucapkan terima kasih kepada seluruh mitra yang berkenan hadir dan memberikan evaluasi. Memang benar apa yang disampaikan oleh beberapa mitra. Kami harus memberikan pengetahuan kepada mahasiswa peserta magang bahwa dunia kerja memang demikian. Mudah-mudahan kegiatan magang dari tahun ke tahun semakin lebih baik,” katanya. (.)