Soroti Potensi Wilayah Pesisir Pantai Depok, Mahasiswa dan Dosen KPI Kolaborasi Gelar Screening Film Dokumenter
Soroti Potensi Wilayah Pesisir Pantai Depok, Mahasiswa dan Dosen KPI Kolaborasi Gelar Screening Film Dokumenter
Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama dosen pembimbing menjalin kolaborasi dengan menggelar pemutaran dan diskusi film dokumenter berjudulLebam Berdikaridi Gedung Pertemuan Koperasi Wisata Mina Bahari 45, Pantai Depok, Bantul, Senin (1/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekiranya 30 peserta yang terdiri dari para nelayan dan warga setempat serta turut hadir Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul, Pramahdiansyah. Kegiatan ini menjadi bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan memperkenalkan dan menyebarluaskan keberadaan potensi di wilayah selatan Yogyakarta yang seringkali kurang mendapat perhatian publik.
Potensi yang dikemas dalam film dokumenter ini mengangkat kisah Longgor, nelayan sekaligus pelopor bengkel dan galangan kapal di Pantai Depok. Melalui film ini, mahasiswa berupaya mendokumentasikan perjalanan hidup Longgor dalam membangun usaha perbengkelan dan galangan kapal yang turut mendukung aktivitas nelayan setempat.
Saat sesi dimulai dosen pembimbing kegiatan, Dian Eka Permanasari, S.Ds., M.A. menyampaikan dalam sambutannya bahwa kolaborasi pembuatan film dokumenter ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik antara pihak Koperasi Mina Bahari 45 dengan Program Studi KPI menuju kerjasama di kemudian hari.
“Di awal sempat ada perombakan dan pelaksanaan harus cepat jadi kami mengambil sisi data yang sudah kami dapatkan. Semoga nanti dari pihak prodi dan juga pihak koperasi bisa ada kerjasama. Jadi ketika ada projek lagi, nanti kita dapat memperdalam potensi apa yang bisa diangkat,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat ketika sesi diskusi dibuka. Diawali dengan respons dari Ketua Koperasi Mina Bahari 45, Sutarlan yang mengapresiasi pemilihan sosok Longgor sebagai tokoh utama dalam film dokumenter tersebut. Menurutnya, Longgor menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan pendidikan formal bukan penghalang untuk memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.
"Kami beri motivasi, ternyata orang yang akademiknya tidak setinggi mahasiswa pun bisa seperti Pak Longgor. Kalau dilihat sekilas mungkin biasa saja, tetapi karya dan pengabdiannya luar biasa," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Nelayan Pantai Depok, Sudarwan. Ia mengenang perkembangan kawasan Pantai Depok sejak akhir 1990-an yang mampu membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Paling tidak ada lapangan kerja. Di Depok ini banyak tenaga kerja yang terserap dan terus bertambah,” katanya.
Ketua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Depok, Tarmanto, turut memberikan masukan terhadap film dokumenter tersebut. Ia menyarankan agar proses penangkapan ikan serta aktivitas nelayan di laut dapat ditampilkan lebih lengkap pada karya-karya dokumenter berikutnya sehingga dapat menjadi dokumentasi yang lebih komprehensif.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya DKP Kabupaten Bantul, Pramahdiansyah, menilai kisah Longgor dapat menjadi pintu masuk untuk memahami ekosistem perikanan secara lebih luas. Menurutnya, sektor perikanan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas melaut, tetapi juga melibatkan proses pelelangan, distribusi, pemasaran, hingga usaha pendukung seperti bengkel dan galangan kapal.
“Dampak ekonomi perikanan tidak hanya dirasakan nelayan, tetapi juga pelaku usaha lainnya dan sektor wisata,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi nelayan di Kabupaten Bantul. Menurutnya, potensi ekonomi sektor perikanan yang besar perlu diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia agar keberlanjutan sektor tersebut tetap terjaga.
Melalui filmLebam Berdikari, mahasiswa berharap kisah perjuangan Pak Longgor dapat menjadi inspirasi sekaligus dokumentasi sejarah perkembangan sektor maritim di Pantai Depok. Selain menjadi karya akademik, film ini juga diharapkan mampu memperkenalkan sosok-sosok yang selama ini berkontribusi bagi kemajuan masyarakat pesisir namun jarang mendapat sorotan.