Rapat koordinasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga

Koordinasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam membahas beberapa hal yaitu monitoring evaluasi tugas akhir mahasiswa, redesain kurikulum merdeka, pengembangan akademik KPI, program Keprodian yang menitik beratkan pemenuhan akreditasi 9 standar, AUNQA, webometrik UIN juga evaluasi dan monitoring dosen. Koordinasi ini dilakukan via Zoom pada tanggal 05 Oktober 2020.
Dalam monitoring evaluasi tugas akhir mahasiswa beberapa mahasiswa menyampaikan mengalami kendala karena perubahan sistem luring ke daring. Maka salah satu alternatif solusinya yaitu Mahasiswa membikin grup bimbingan di era daring ini dalam mempermudah komunikasi. Program pengembngan akademik yang akan digunakan untuk peningkatan kapasitas Dosen KPI dan membangun kerjasama di Malaysia harus dirubah dengan dua program, yaitu peningkatan kapasitas dosen dalam membuat video pembelajaran online dan kolaborasi penelitian dosen dengan mahasiswa.
Kaprodi KPI menyampaikan bahwa redesain kurikulum merdeka harus disusun secara matang bagaimana sinerginya dengan prodi lain, institusi lain, perusahaan ataupun masyarakat pengguna lulusan. Memperhatikan capaian pembelajaran, kompetensi, kajian kajian, dan praktik mahasiswa dalam mata kuliah yang ada dengan bekerjasama dengan perusahaan perusahaan atau industri profesional. Karya mahasiswa juga menjadi ukuran penting dalam perumusan kurikulum merdeka program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Bu evi, memberi pertimbangan dalam rapat koordinasi tersebut dengan menekankan agar proses perkuliahan memudahkan mahasiswa dan efektif. Karena banyak juga mahasiswa yang dalam kondisi keterbatasan akses internet karena wilayah yang sulit sinyal ataupun alat komunikasi yang belum ideal. Ini bisa menjadi pertimbangan bagi dosen mengajar se-efektif mungkin dan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi. Termasuk penggunaan akun UIN bagi dosen yang bisa meningkatkan webomatrik.
Evaluasi dan monitoring dosen dari program studi dan mahasiswa juga sangat penting untuk peningkatan mutu dan juga mendukung data akreditasi utamanya standart 9. Meminimalisir keterbatasan keterbatasan dalam mengajar melalui evaluasi bersama yang membangun. Ini merupakan bagian dari upaya memaksimalkan potensi pembelajaran selama pandemi belum berakhir.