Webinar Pembekalan Bagi Mahasiswa KPI Klaster Jurnalistik Agar Tetap Produktif Menulis di Tengah Pandemi

Jumat tanggal 27 November 2020,Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan webinar pembekalan praktikum produksi dengan tajuk “Metode Penulisan Feature di Kala Pandemi. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting tersebut menghadirkan dua orang narasumber di bidang praktisi sekaligus akademisi, yakni Nadhiroh, S.Sos.I., M.I.Kom., yang merupakan mantan wartawan Solopos sekaligus dosen STAIMAS Wonogiri beserta Supadiyanto, S.Sos.I., M.I.Kom., yang merupakan seorang penulis sekaligus dosen di STIKOM Yogyakarta.

Webinar yang dimulai pada pukul 08.00 tersebut dibuka oleh Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Nanang Mizwar Hasyim, S.Sos., M.Si. Beliau membuka webinar dengan menjelaskan secara singkat pengertian serta harapan dari diselenggarakannya kegiatan praktikum produksi bagi mahasiswa yang memiliki peminatan pada mata kuliah klaster jurnalistik. Tak ketinggalan pula, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof. Dr. Hj.Marhumah, M.Pd., ikut memberi sambutan dengan mengingatkan bahwa para mahasiswa yang menggeluti peminatan jurnalistik harus adaptif terhadap perkembangan jaman terutama di era revolusi industri 4.0 saat ini.

Masuk pada materi utama, Nadhiroh menyampaikan fakta bahwa media saat pandemi sangat bergantung pada konferensi pers daring dalam proses produksi konten jurnalistik mereka. Seperti yang dikemukakan pada hasil riset Imogen Communication Institute (ICI) pada bulan April 2020, yang menyebut bahwa sumber utama konten jurnalistik di media-media didominasi oleh konferensi pers daring dengan persentase 61,4%, disusul oleh siaran pers dengan persentase 28,7%, dan siaran pers video streaming sebesar 9,9%. Selain itu, Nadhiroh juga menyampaikan beberapa panduan liputan pada masa pandemi yang nantinya dapat dipakai oleh mahasiswa dalam menyusun karya tugas akhir semester seperti PWI 13 Poin dan Protokol Keamanan Liputan dan Pemberitaan Covid-19 yang dirilis oleh AJI.

Pada bagian kedua, Supadiyanto membuka materinya dengan beberapa fakta mencengangkan terkait ancaman kolapsnya beberapa media terkait dampat dari pandemi Covid-19. Ia menjelaskan bahwa selain terpukul pandemi, media juga sudah kehilangan banyak pelanggan, menurunnya jumlah pengiklan serta tidak adaptif terhadap teknologi baru. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa dengan semakin derasnya arus informasi di tengah era media baru, konten-konten yang disajikan di media konvensional pun jadi tidak menarik karena pilihan konten di media-media baru lebih beragam pilihannya. Ia pun kemudian memberi tawaran solusi media konvensional dapat dilirik kembali, antara lain adalah dengan penguatan sumber daya manusia yang lebih unggul, didukung dengan riset yang kuat, serta dilakukan dengan liputan yang komprehensif.

Para peserta yang antusias pun tak sedikit yang memberi pertanyaan kepada kedua materi terkait masukan beserta saran terhadap ide-ide proyek mereka ke depannya. Sebelum webinar ditutup, ketua panitia acara praktikum produksi, Muhamad Lutfi Habibi, M.A., sedikit menambahkan informasi teknis terkait pembagian kelompok beserta output karya yang akan mereka buat. Para peserta pun akhirnya sudah siap untuk memulai membuat karya mereka dalam beberapa minggu ke depan.