Mahasiswa KPI Juara Orasi Ilmiah dan Essai Tingkat Nasional

Mudofir Yusuf Saifullah, Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berhasil meraih dua penghargaan sekaligus di bulan November ini, yaitu juara 1 lomba orasi ilmiah dan juara 2 lomba essai tingkat nasional, dalam ajang Pekan Seni Watoe Dhakon, yang diselengarakan oleh Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.
Dalam lomba yang diikuti pada 26/11/2020 tersebut, Yusuf ingin membangkitkan kembali gairah juang generasi muda melalui orasi kebangsaan dengan tema "Pahlawan dan Revolusi Mahasiswa". Ia berharap generasi muda saat ini dapat meneruskan estafet perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang, dalam memperjuangkan bangsa Indonesia. Tema tersebut juga diambil sebagai bentuk peringatan hari pahlawan pada 10 November lalu.
Sedangkan essai yang ditulis Yusuf, berkaitan dengan inovasi platform aplikasi. Dimana platform aplikasi ini dapat mempermudah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam berjualan online di masa pandemi covid-19.
"Agar mereka [para pedagang kecil memperoleh] penjualan yang tetap stabil selama masa pandemi," tutur Yusuf ketika diwawancarai viaWhatsapp.
Ternyata, Yusuf telah banyak menuai penghargaan sejak usianya masih belia. Ia mulai terlibat aktif dalam berbagaieventlomba sejak duduk di bangku SMP, dan tidak pernah berhenti menunjukkan bakat dan kemampuannya hingga memasuki tingkat perguruan tinggi.
Ketika SMP, ia ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN). Setelah itu, duduk di bangku SMK, ia juga sering mengikuti lomba-lomba yang diadakan mulai dari tingkat dinas maupun kampus-kampus. Lomba debat adalah spesialisasinya, bahkan ia sempat mewakili kabupaten dan provinsi. Ia juga pernah mendapat juara di lomba penyiaran dan reportasi tingkat SMK se-Provinsi Jawa Timur.
Memasuki masa kuliah, ia kembali mengikuti lomba debat yang diadakan ketika Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Kalijaga 2019. Waktu itu, ia berhasil memenangkan juara 1 dan memperoleh kategoriBest Speaker. Dari pengalaman pertamanya di masa perguruan tinggi inilah, ia terus aktif mencari informasi lomba di instagram dan media sosial lainnya. Tidak dapat dipungkiri, usahanya membuahkan hasil.
Di awal masa kuliah ia kembali mengudara dalam ajang nasional. Juara 1 lomba orasi ilmiah mahasiswa se-Yogyakarta di Universitas Janabadra, juara 2 reporter mahasiswa nasional di Universitas Medan Area, dan juara 3 lomba debat agrikultur nasional di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sehingga di tahun 2020 jika ditotal ia berhasil meraih lima penghargaan sekaligus.
Bagi Yusuf, pengalaman pribadinya adalah guru terbaiknya, "saya organisasi tidak terlalu aktif, [menjadi juara dalameventlomba] lebih banyak belajar dari pengalaman pribadi, bukan karena organisasi," pungkasnya.
Pria berusia 20 tahun ini juga memiliki impian yang besar, yaitu menjadi bagian dari birokrasi pemerintah yang amanah, baik di kementerian maupun menjadi seorang pemimpin daerah. Impiannya yang besar itulah yang mendorongnya untuk terus maju menjadi yang terbaik. Mengasah bakat dan kemampuannya melalui berbagai jenis lomba, untuk mengetahui seberapa jauh ia mampu bersaing dengan orang lain.
Satu pesan dari Yusuf untuk generasi saat ini, "pemuda penerus bangsa harus menjadi pemuda yang percaya diri akan kemampuan diri sendiri dan tidak boleh putus asa serta puas diri."[]
Penulis : Siti Halida