Mahasiswa KPI Juara 2 Kompetisi Vlog Museum Monjali 2020

Ryan Nugroho, mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga telah memboyong piala Juara II dalam kompetisi Vlog Museum Monjali yang diselenggarakan oleh Museum Monjali dan Kementerian Kebudayaan DIY pada Oktober 2020 lalu.
"Sangat bersyukur bisa mendapatkan juara II dalam acara yang diadakan Oleh Museum Monjali dan Kementerian Kebudayaan DIY, untuk menambah Portofolio tentunya, dan untuk terus memacu diri saya agar semangat dalam membuat konten," ungkapnya, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya via WhatsApp pada Rabu (2/12).
Seperti yang diketahui, Ryan mengambil peminatan broadcasting dimana hal yang dipelajari selama kuliah memang berkaitan dengan pembuatan video.
"Menurut saya lomba ini relevan dengan Jurusan yang saya Pelajari (Broadcasting) sehingga ilmu- ilmu yang saya dapatkan di kelas bisa saya praktekkan langsung di lapangan,"
Memutuskan untuk masuk ke jurusan KPI diakuinya memberikan dampak dan pengaruh yang besar dalam karier yang tengah ia bangun.
"Peran UIN menurutku sangat besar khususnya Masuk dalam jurusan KPI. Dari yang awalnya ga bisa ngedit dan pegang kamera, menjadi lebih mahir berkat masuk dalam Jurusan KPI, berkat dosen yang sangat expert dalam memberikan materi di kelas maupun dosen praktek," jelasnya.
Sebenarnya memenangkan penghargaan seperti ini bukanlah hal baru bagi Ryan. Sebelumnya, ia juga telah menorehkan prestasi membanggakan selama menjadi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, antara lain; Juara 1 Videography Lippo Mall (Provinsi ) tahun 2018, Juara II Vlog Milenial Islami (Nasional) tahun 2018, Juara III Vlog Kementerian Agama(Nasional) tahun 2018, Juara III Vlog Kementerian Kelautan (Nasional) tahun 2018, Juara Best Video Vlog Kominfo (Nasional) tahun 2018, Juara II Vlog UMKM & BI (Provinsi) tahun 2018, Juara I Vlog TWC - Heritage (Provinsi) tahun 2019, Juara I Vlog Milenial Safety Road Kepolisian (Provinsi) 2019, Magang Di Istana Kepresidenan RI (Nasional) tahun 2019, Juara II Videography Socio Traveling (Nasional) tahun 2020, serta Juara III Sonobudoyo Contest Video tahun (Provinsi) 2020.
Diungkap Ryan, informasi tentang berbagai perlombaan yang ia ikuti justru pada awalnya datang dari teman-teman.
"Awalnya aku sering di DM sama temen suruh ikutan lomba, lama lama jadi nyari tau sendiri dari akun akun perlombaan yang ada di Instagram atau pakai hastag lomba vlog," ungkapnya.
Untuk persiapan lombanya, pemilik akun YouTube RN Channel ini sudah mengatur beberapa hal, salah satunya adalah perencanaan konsep. Ryan tampak memperhatikan secara seksama setiap ketentuan lomba dan menggali ide didalamnya. Dalam kompetisi Vlog Kementerian Kelautan misalnya. Ia memposisikan peran sebagai traveler yang mengagumi pantai serta menambahkan materi soal nelayan. Kemudian dalam kompetisi vlog Kominfo, Ryan membuat sebuah Video Cinematik berdurasi 3 menit menggunakan Footage "Keindahan Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat".
Setelah menyusun konsep, Ryan tak lupa memperhatikan komposisi gambar, teknik pencahayaan, backsound, serta editing. Ia cukup aktif mencari berbagai referensi video di YouTube. Beruntung, Ryan juga mendapat bantuan dari saudaranya yang ternyata mengambil jurusan kuliah serupa.
Meski sudah mengikuti puluhan perlombaan, namun masing-masing perlombaan yang diikutinya menyisakan pengalaman berharga. Kepada penulis, Ryan sempat menceritakan bagaimana kesannya saat kali pertama memenangkan kompetisi di tingkat Nasional yakni di perlombaan Vlog Milenial Islami dan Vlog Kementerian Agama RI.
"Alhamdulillah untuk pertama kalinya bisa menjuarai di tingkat Nasional. Padahal itu diikuti ratusan peserta dari seluruh penjuru Nusantara," kenangnya.
Terakhir, Ryan turut memberikan pesan pada para mahasiswa yang ingin mengikuti jejaknya.
"Gunakan status mahasiswamu untuk melatih skill mulai memberanikan diri dari awal untuk mengikuti perlombaan untuk mengukur sudah sampai manakah kemampuan kita dalam bidang tersebut. Gagal adalah sebuah proses dan kemenangan juga sebuah proses, jangan pernah ragu dalam melangkah," pungkasnya.
Ditulis oleh: Deta Jauda Najmah