Tips dan Trik Menyusun Proposal Penelitian Secara Cepat dan Tepat Awali Program Kerjasama Sebulan Prodi KPI dan APJIKI

Opening pelaksanaan program pendampinganpenulisan artikelkolaborasi dosen dan mahasiswapublikasi jurnal nasionaloleh Prodi KPI yangberkolaborasi dengan Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia(APJIKI), mulai dilaksanakan pada (5/12/2020). Sambutan pertama sekaligus pembukaandibukaoleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd. Menurutnya, kolaborasikegiatan Prodi KPI bersama APJIKI merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan budaya tulis bagi dosen dan juga mahasiswa, mengingat artikel merupakan ruh dari perguruan tinggi. Namun, ia berharapoutputartikel yang dihasilkan tidak terlepas dari sentuhan-sentuhan agama terintegrasi dan terkoneksi.

"Adasenseitunya [sentuhan agama] tolong diberikan penekanan karena itu adalah substansi dan ruhnya," pungkas Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd.

Di sisi lain, lanjut Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd., UIN Sunan Kalijaga khusunya menguatkan bahwa agama yang dikembangkan adalah agama yang moderat, rahmatan lil'alamin, terintegrasi, terkoneksi, dan NKRI harga mati.

Selanjutnya, Ketua Prodi KPI Nanang Mizwar Hasyim, S.Sos.,M.Si. dalam sambutanya mengatakan "latar belakang dilaksanakannya program ini adalah untuk meningkatkan kuantitas publikasi artikel di jurnal nasional baik oleh dosen, mahasiswa, atau dalam bentuk kolabari. Selain itu juga, ada beberapa point' yang sekaligus bisa didapatkan sebagai output dari kegiatan ini. Diantaranya adalah bertambahnya kerjasama Prodi KPI dengan pihak luar dan juga sebagai usaha untuk percepatan dan peningkatan kualitas tugas akhir mahasiswa."

Dalam kesempatan yang sama,Dr. Puji Lestari, M.Si.jugamengungkapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh prodi KPI selama satu bulan ini dapat menjadi pionir bagi prodi-prodi lain, karena belum pernah ada sebelumnya. Selain itu, kegiatan ini memiliki banyak manfaat untuk mempertahankan akreditasi prodi KPI pada khususnya.

"Kita mengambil manfaat kegiatan ini untuk akreditasi banyak sekali, dengan menampilkan bukti kerjasama, selain MoU dan bukti implementasinya, ada jugaoutput-nya," katanya.

Pada sesi pertama pelatihan ini, materi disampaikan oleh Dr. Lestari Nurhayati, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IVLSPR Jakartasekaligus sebagaiKetua I APJIKI dan jugadosen penelitian komunikasi. Materi yang disampaikan terkait dengan strategi menyusun proposal penelitian secara cepat dan tepat.

"Materi kali ini tentangtips and tricksecara mudah membuat proposal. Hari selanjutnya baru teknis penelitian," paparnya.

Menentukan Judul Penelitian

Menurut Dr. Lestari Nurhayati, M.Si., ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat proposal. Salah satunya yang terpenting yaitu mencari ide gagasan/ topik penelitian. Idealnya disarankan membaca penelitian sebelumnya baik dari jurnal maupun buku. Hal ini dilakukan untuk memperkaya pengetahuan sehingga mempermudah dalam melakukan penelitian.

Selanjutnya memahami masalah. Masalah adalah ketika terdapatgapantara fakta dan data yang dilihat di lapangan dengan cita-cita.

"Ketika harapan dan kenyataan tidak sesuai, maka disitulah muncul permasalahan," tuturnya.

Selanjutnya adalah mengetahui teori dan konsep, mengetahui akses atas data atau lokasi penelitian yang akan diriset, memikirkan jangka waktu penyelesaian, selanjutnya adalah memeriksa nilai-nilai kebaruan (novelty) dari sebuah penelitian, yang terakhir adalah kepastian lokasi penelitian.

"Walaupun daring juga harus dipastikan, apakah [data penelitian] bisa diakses atau tidak."

Biasanya seorang peneliti akan menentukan judul penelitian terlebih dahulu, "hal ini yang menyebabkan mahasiswa sering mengganti judul, lebih galau mutusin judul daripada mutusin pacar," kata Dr. Lestari Nurhayati, M.Si., sambil menceritakan kisah mahasiswanya. Menurutnya, judul yang baik dapat ditemukan ketika sudah menyelesaikan bab I. Ketika masalah dalam penelitian dapat dipahami dengan betul. Boleh menentukan judul di awal, akan tetapi hanya kerangka judulnya saja.

Penelitian Terintegrasi dan Terkoneksi dengan Nilai-nilai Agama.

Berdasarkan pemaparan Dr. Lestari Nurhayati, M.Si., apapun penelitiannya, terutama berkaitan dengan isu-isu agama, cara memasukkan ide ataupun teori ke dalam penelitian adalah dengan mengetahui posisi. Misalnya ketika ingin meneliti pesan, maka dihubungkan dengan teori-teori pesan, bagaimana pesan itu dikelola. Begitupun jika ingin meneliti komunikan, komunikator, atau pun medianya.

"Ketika teman-teman dekat dengan isu agama Islam sebagaicoreperkuliahan anda. Dalam praktik saya selalu bilang gini, cara memasukkan ide gagasan teori menjadi signifikan jika kita mengetahui posisinya, posisi sebagai objek penelitiannya itu, apakah komunikannya, komunikatornya," pungkas Dr. Lestari Nurhayati, M.Si.

Ditulis oleh : Siti Halida