Literasi Digital: Komitmen dan Membangun Kesepakatan Dengan Anak, itu Penting

Sebagai realisasi Tri Dharma perguruan tinggi. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengakhiri program pengabdian masyarakat di Bulan Agustus ini di Desa Lamuk Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin tanggal 23 Agustus 2021 bertempat di salah satu SD di Desa Lamuk. Kegiatan ini sangat lancar karena dukungan dan kehadiran dari unsur Pemerintah Desa setempat dan juga kolaborasi panitia dan masyarakat. Kegiatan penyuluhan literasi digital terlihat aktif dan partisipatif di setiap sesinya, ini terbukti dari antusiasnya ibu-ibu dan juga para bapak yang hadir dalam acara tersebut.
Nanang Mizwar Hasyim dalam sesinya menyampaikan perlunyanya orang tua untuk selalu peduli dan memperhatikan perkembangan anak. Karena pendidikan anak saat ini berbeda dengan pendidikan anak pada generasi generasi sebelumnya. Generasi X lebih banyak bermain secara manual, kultur permainan banyak terjadi interaksi fisik dan ucapan yang membuat anak lebih mudah membangun komunikasi dan juga bersosialisasi. Berbeda dengan generasi Z ke atas yang termasuk generasi milenial dan digital didalamnya.
Ada tantangan pada generasi tersebut, yaitu anak kadang lebih asyik dengan dunianya sendiri melalui gadget mereka masing masing. Maka apabila tidak terjadi kolaborasi orangtua dan guru termasuk masyarakat sekitar dalam pendidikan anak, anak akan mudah mengalami degradasi moral, sakit, kecanduan, mudah marah bahkan penyimpangan-penyimpangan sosial. Karena apa yang dia baca apa yang dia tonton akan mempengaruhi dan membentuk tingkah laku dan juga karakter anak. Ini yang menjadi catatan penting saat diskusi bersama dengan orang tua dan juga peserta yang hadir di forum tersebut.
Mochammad sinung restendy berbagi solusi dan mendengarkan pendapat, keluhan juga alternative solusi dari Ibu ibu dan juga bapak peserta yang hadir. Sinung memfasilitasi menemukan masalah dan juga referensi solusi bersama untuk kebaikan anak. Ada kesepakatan bersama yaitu orang tua harus mendiskusikan kebutuhan, menanamkan tanggung jawab dan juga memberitahu resiko anak jika bermain gadget. Sehingga tumbuh dalam jiwa anak rasa tanggung jawab, komitmen, mampu membedakan hak dan kewajiban juga mampu mengelola waktu dengan baik. Kapan waktunya belajar dan kapan waktunya bermain.
Salah satu peserta bernama Muji astuti menyampaikan pengalamannya, masalahnya juga alternatif solusi yang kemudian dipecahkan bersama oleh fasilitator dan peserta yang hadir. Ditemukan beberapa referensi-referensi yang ideal dalam mendidik dan mengasuh anak di era digital. Tanggapan dari para peserta acara ini perlu dilanjutkan sehingga mampu memberikan banyak solusi bagi setiap permasalahan keluarga. Tidak hanya di Desa Lamuk tetapi meluas di beberapa desa yang lain dan diharapkan juga banyak melibatkan unsur-unsur yang ada di masyarakat. Sehingga ada korelasi dan relevansi kesadaran dan penanaman nilai terkait pengasuhan yang benar terhadap anak di era digital.
Peserta akan menindaklanjuti hasil dari pelatihan ini kepada anak-anak di keluarga mereka. Hal simpel yang ditekankan orang tua kepada anak, seperti : Penekanan kepada anak bahwa gadget/HP yang mereka pakai adalah milik orang tua yang dititipkan kepada mereka dan wajib digunakan sebagaimana mestinya. Saat mengangkat telepon diharuskan menuturkan kata yang baik dan sopan. Selalu mengangkat panggilan dari ayah ataupun ibu. Bertanggungjawab terhadap gadget/ HP yang mereka rusakkan atau mereka hilangkan. Komitmen bersama terkait pemakaian HP, kesepakatan waktu, penanaman nilai dan tanggung jawab sangat penting bagi anak. Sehingga tidak mengganggu pelajaran anak dan juga memunculkan jiwa anak yang bertanggungjawab pada kewajiban-kewajiban sosial, keagamaan dan dalam keluarga.