Proaktif Menjawab Tantangan Dunia Industri, Prodi KPI Hadirkan Webinar Pengembangan Kurikulum

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali membuat kegiatan yang tidak hanya adaptif, tapi juga proaktif untuk menjawab tantangan dunia industri yang akan dimasuki mahasiswa ke depan. Senin, 25 Oktober 2021, KPI mengadakan kegiatan Webinar Pengembangan Kurikulum untuk menjawab kebutuhan Program Studi, Fakultas dan Universitas, terkait singkronisasi antara kurikulum yang dibuat dengan lulusan mahasiswa yang diharapkan melalui kurikulum tersebut bisa menjawab tantangan zaman dan Industri.


Kegiatan yang dilakukan secara daring via Zoom ini dikemas secara apik oleh Prodi KPI. Selain antusiasme yang tinggi dari peserta yang sebagian besar adalah kalangan akademisi dari berbagai kampus di Indonesia, Webinar kali ini juga dihadiri tidak kurang dari 70 orang peserta yang antusias dari awal hingga akhir acara yang dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan.


Narasumber yang dihadirkan juga takkalah menterang. Empat narasumber yang ahli dan berpengalaman itu adalah Bapak Miftahul Aziz, M.H selaku Wakil Ketua BNSP, Ibu Dr. Ayuningsih, Dosen UNISBA Bandung sekaligus juga Asesor BAN-PT, Dr. Akhmad Rifa’I (Dosen KPI UIN Sunan Kalijaga dan Asesor BAN-PT) serta Bapak Dr. Muhammad Zamroni (Dosen KPI UIN Sunan Kalijaga dan Ketua Umum DPP ASKOPIS).
Pemaparan dari masing-masing narasumber terlihat ringan meskipun substansi materi tetap tersampaikan dengan baik. Pak Miftahul Aziz dari BNSP sebagai narasumber pertama misalnya, menyampaikan dalam pemaparan presentasinya, kalau program studi, fakultas atau bahkan sebuah perguruan tinggi, harus adaptif terhadap perubahan zaman yang sangat cepat. Digitalisasi dan percepatan industri 4.0. juga tidak luput dari pengamatan beliau. Ia juga mengedepankan pentingnya membentuk mahasiswa yang kompeten yang mencakup 3 aspek yaitu memiliki keterampilan, pengetahuan dan attitude dalam dunia kerja untuk menjadikan setiap kita sukses di manapun kita berada.


Narasumber kedua, Pak Akhmad Rifa’I lebih menyorot tentang pentingnya kurikulum yang dirancang harus memiliki output penelitian serta menekankan pentingnya sifat-sifat interaktif, integratif, efektif, holistik, tematik, saintifik dan kolaboratif dalam proses pembelajaran yang dirancang dan dilakukan. Sementara narasumber ketiga, Ibu Ayuningsih, juga menyampaikan tentang pentingnya SCL (Student Centered Learning) yang menekankan bahwa mahasiswa adalah pusat pembelajaran dan bukan dosen. Turunannya, beliau menyampaikan kalau dosen (prodi) juga harus mampu untuk lebih dinamis dan interaktif serta fleksibel dalam memberikan materi, khususnya dalam konteks penyusunan kurikulum di era digital ini. Pak Zamroni sebagai narasumber terakhir menyinggung tentang tantangan prodi di masa depan, misalnya, lemahnya adaptasi kerja, kurangnya kompetensi hingga minimnya jaringan internal dan ekternal.


Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr. Marhumah ketika membuka sesi ini juga terlihat sumringah dengan acara yang diadakan KPI ini. Beliau mengatakan kalau kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk lebih memahamkan kembali bagaimana kurikulum sebaiknya dikembangkan dan tentu saja harus sejalan dengan visi dan misi prodi dan fakultas.


Lebih jauh, Ketua Prodi KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Nanang Mizwar Hasyim, M.Si dalam sambutannya juga mengapresiasi kinerja panitia yang sukses melaksanakan kegiatan ini di tengah padatnya jadual kuliah serta mengharapkan agenda ini bisa menjadi rangkaian kegiatan yang bermanfaat dalam persiapan akreditasi internasional AUNQA yang sedang dijalani prodi KPI