Menjawab Kebutuhan Zaman, Prodi KPI Hadirkan Workshop Pembuatan RPS Berbasis OBE

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali membuat kegiatan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Senin, 8 November 2021, KPI mengadakan kegiatan Workshop Pembuatan RPS dan Modul Pembelajaran Berbasis OBE untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dosen untuk membuat Rancangan Pembelajaran Semester berbasis Outcome Based Education.

Kegiatan yang dilakukan secara daring via Zoom ini dikemas secara apik oleh Prodi KPI. Acara ini dihadiri lebih dari 30 orang dosen dari berbagai prodi yang ada di lingkungan UIN Sunan Kalijaga maupun di luar lingkungan UIN Sunan Kalijaga. Peserta juga sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

Narasumber yang dihadirkan adalah Dr. Slamet Suyanto, M.Ed. Beliau adalah dosen dari Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam pemaparannya yang cukup menarik, beliau membuka dengan pertanyaan yang harus dijawab sebelum membuat RPS OBE, yaitu lulusan seperti apa yang diharapkan di akhir dari sebuah proses pembelajaran (graduate outcomes)? Setelah bisa menjawab hal itu, barulah dilakukan evaluasi terhadap outcome yang diharapkan itu (outcome evaluation). Setelah itu, baru ditentukan metode pembelajaran dan pengajarannya seperti apa (learning and teaching), lalu kemudian dibuatlah kurikulum (curriculum) yang dibutuhkan untuk mencapai graduate outcomes yang sudah ditentukan di awal tadi. Dengan langkah ini, maka RPS yang dibuat akan bisa menjawab kebutuhan zaman dan sesuai dengan harapan capaian lulusan yang diharapkan oleh prodi.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr. Marhumah ketika membuka sesi ini juga terlihat sumringah dengan acara yang diadakan KPI ini. Beliau mengatakan terus mendukung kegiatan yang dilakukan oleh KPI selama untuk memajukan KPI dan FDK. Lebih jauh, beliau mengatakan kalau perancangan RPS OBE (Outcome Based Education) ini sangat penting untuk dipelajari dan sangat berguna, bahkan hingga merancang struktur kurikulum serta membuat perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Lebih jauh, Ketua Prodi KPI, Nanang Mizwar Hasyim, M.Si mengatakan kalau kegiatan ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan zaman yang terus berkembang, terlebih untuk menjawab program merdeka belajar yang dicanangkan yang berfokus kepada student centered. Tidak lupa, Ketua Prodi juga mengapresiasi kinerja panitia yang sudah berusaha menyukseskan kegiatan ini hingga berjalan dengan baik hingga akhir kegiatan. tr