KPI Sukses Menggelar Webinar Internasional Terkait Media, Radikalisme, dan Terorisme

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan The Apex Chronicles menyelenggarakan Webinar Internasional dengan mengangkat tema “Media Discourse : How The Media Constructs Radicalism and Terrorism Issues”. Acara ini diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 25-26 November 2021 melalui platform zoom meeting dan dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta.
Pada hari pertama acara webinar Internasional ini diawali dengan pembacaan Ayat suci Al-Qur’an, sambutan oleh Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, serta pidato singkat dari Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Phil. Al-Makin. Dalam pidatonya beliau memberikan apresiasi terhadap diselenggarakannya konferensi internasional dengan tema yang sangat menarik untuk menjadi bahan diskusi.
Terdapat tiga narasumber yang melakukan presentasi pada hari pertama webinar ini. Pertama yaitu Dr. Clarke Jones. Beliau menyampaikan materi mengenai Islamophobia dan menantang wacana Countering Violent Extremism (CVE) di media pada saat ini. Narasumber kedua yaitu Andrea Toledo. Beliau merupakan penulis, peneliti sekaligus jurnalis dari The Manila Times, Filipina. Dalam presentasinya beliau menceritakan bagaimana para ekstremis menggunakan media sosial sebagai senjata untuk memikat para penggunanya dan pada akhirnya akan merencanakan serangan teror diberbagai belahan dunia. Sedangkan narasumber yang terakhir pada hari pertama webinar ini adalah Ahmed Patel dari United Kingdom. Beliau menyampaikan topik mengenai seberapa masifnya pengaruh media dalam mempengaruhi stigmatisasi yang ada dalam masyarakat.
Hari kedua Webinar Internasional Program Studi Komunikasi dan Peyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dilaksanakan pada hari Jum’at, 26 November 2021 menggunakan platform yang sama seperti hari pertama, yaitu melalui zoom meeting. Tema yang diangkat pada hari kedua masih sama seperti hari sebelumnya, yaitu “Media Discourse : How The Media Constructs Radicalism and Terrorism Issues”.
Terdapat dua pemateri yang melakukan presentasi pada webinar hari kedua ini. Pemapar materi pertama yaitu Dr. Hamdan Daulay, M.SI, M.A dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dalam pemaparannya diwakilkan oleh Rania Khaled Hussein Ahmed. M.A. Presentasi yang disampaikan ialah mengenai “Managing Religius Harmony: Hoax, Dialogue, and Conflict Resolution in Meiliana’s Tragedy in Tanjung Balai, Indonesia”. Rania Khaled menjelaskan bahwa kasus tragedi Meiliana yang terjadi di Tanjung balai ini disebabkan oleh penyebaran informasi hoax di media sosial sehingga menyebabkan timbulnya konflik agama. Dengan dilakukannya dialog keagamaan dalam forum ini, melibatkan banyak tokoh sebagai jalur komunikasi antar agama untuk mencari jalan keluar atas pemecahan kasus Meiliana menjadi solusi yang tepat. Dan sekarang, Tanjung balai menjadi pusat pendidikan agama dimana kerukunan dan toleransi beragama dapat dijumpai di antara anggota masyarakatnya.
Materi kedua disampaikan oleh Ahmad El-Muhammady ICCT The Hague dari Malaysia. Beliau menyampaikan materi dengan tema “The impact of reported the terrorism in media is that making the terrorist it self becoming tiger”. Dari sudut pandang teroris, dampak paparan media menjadikan teroris itu semakin terkenal. Sedangkan dari perspektif media menyatakan bahwa perusahaan media akan mendapatkan eksposur yang lebih besar melalui penyebaran berita ke masyarakat.
Terdapat tiga poin utama yang disampaikan oleh Ahmad El-Muhammady. Pertama, media memiliki dampak kuat dari membangun wacana. Kedua, kedua belah pihak exploid untuk tujuan tertentu. Ketiga, hanya sedikit orang yang tahu kebenarannya, antara lain intelijen, teroris dan sisanya berasal dari masyarakat.
Pada akhir sesi webinar kedua ini ditutup dengan pidato dari Bapak Nanang Mizwar Hasyim, S.Sos., M.Si selaku Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada rektor UIN Sunan Kalijaga, seluruh pemateri dan semua pihak yang telah mengorganisir acara. Dengan pesan tersebut kita semua tahu bahwa terorisme dan radikalisme menjadi musuh kita sebagai masyarakat dunia yang merindukan kedamaian. Harapannya ialah bahwa masyarakat di dunia dapat hidup berdampingan dengan multikultural yang ada dan mengajak semua pihak untuk menjadi agen perdamaian di kehidupan lingkungan masing-masing.