Literasi Digital: Cerdas Bermedia Sosial itu Keharusan

Sebagai tugas menjalankan kewajiban Tri Dharma perguruan Tinggi, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga melaksanakan kegiatan pengabdian Masyarakat bertema “Cerdas bermedia Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan Pada tanggal 27 Agustus 2022 di dusun Widoro, Kelurahan Bangun Harjo, Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dihadiri oleh panitia yang terdiri dari beberapa dosen dan mahasiswa Prodi KPI serta tokoh masyarakat dusun widoro. Adapun peserta yang hadir kebanyakan merupakan pemuda dan pemudi dusun widoro.

Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi terkait materi cerdas dan bijak dalam bermedia sosial. Dalam materi pertama ini, Nanang Mizwar Hasyim mengajak berdiskusi tentang bagaimana selama ini pemuda dan pemudi dusun widoro memanfaatkan media sosial. Kemudian dia menjelaskan terkait dampak positif dan negatif tentang keberadaan media sosial. Dalam usaha pembangunan desa, Nanang juga menjelaskan tentang pentingnya fungsi media sosial. Hal ini disampaikan dengan memberikan contoh beberapa desa di Indonesia yang berhasil memajukan desanya dengan memanfaatkan media sosial.

Pada materi kedua, Joko Raharjo yang merupakan pembicara dan juga kepala dusun Widoro mengucapkan terima kasih atas terselengaranya kegiatan ini. Dia menekankan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi kemajuan desa Bangunharjo khususnya dusun widoro. Dengan kesadaran akan dampak positif dan negatif keberadaan media sosial, dia berharap nantinya pemuda dan pemudi dusun widoro dapat memanfaatkan media sosial dengan bijak. Dia juga berharap, paska kegiatan ini ada follow up dengan prodi KPI dalam kegiatan berupa pelatihan terkait pembuatan konten di media sosial, pengelolaan media sosial dusun dan pengelolaaan web yang dimiliki oleh dusun Widoro. Dengan kegiatan-kegiatan ini nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ekonomi masyarakat dusun widoro dan juga pengetahuan dan pengalaman pemuda pemudi dusun widoro.

Senada dengan yang diutarakan oleh Joko Raharjo, Restu Ajik Ulbyan yang merupakan aktivis kegiatan keagamaan dan sosial desa Umbulharjo mengungkapkan bahwa kegiatan-kegiatan kerjasama universitas dan desa terkait dampak media sosial perlu digalakkan. Hal ini menjadi sangat penting sekali, mengingat dari beberapa pengamatan bahwa tingkat ketergantungan terhadap media sosial sangat tinggi. Realitas ini bisa kita lihat dari perilaku dan interaksi para pemuda dan pemudi desa serta anak-anak yang sekarang terkena demam tiktok. Restu juga menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan dan sosialisasi bagaimana menjadi cerdas dan bijak bermedia sosial menjadi keharusan. Dia juga berharap, agar kedepan nantinya kegiatan ini tidak berakhir disini, tapi ada tindak lanjut berupa pendampingan terhadap pemuda dan pemudi desa umbulharjo dalam pemanfaatan media sosial yang lebih produktif.