Tingkatkan Kualitas Program Siaran, KPI Gandeng Lagi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dalam sambutan acara workshop Area Riset Indeks Kualitas Program Acara Telivisi 2020 yang diselengarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia bekerja sama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta secara daring pada Selasa (9/6/2020). Hardly Stefano Fenelon Komisioner Komisi Penyiaran Pusat Indonesia mengatakan, Telivisi merupakan salah satu media massa yang masih diminati oleh masyarakat. Masyarakat memanfaatkan televisi sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Atas alasan ini media penyiaran televisi menyajikan banyak program yang bisa mengcover kebutuhan masyarakat tersebut. Walaupun pada kenyataanya masih ada beberapa program acara televisi yang masih mempunyai kualitas di bawah standart.

Untuk itu, kata pria yang merupakan mantan Ketua Komisi Pelayanan Publik Jawa Timur ini, Riset Indeks Kualitas Program Siaran televisi dilaksanakan lagi. Program ini merupakan sebuah alat untuk mengukur kualitas program siaran yang hadir di tengah public. Selain itu, program ini juga merupakan program yang bisa memastikan program-program siaran yang menjadi konten lembaga penyiaran bisa selaras dengan amanat undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, yakni sebagai media informatif, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial serta menjalankan fungsi ekonomi dan kebudayaan. Sehingga dengan kehadiran program ini diharapkan bisa menghadirkan keluaran berupa hasil evaluasi yang bisa digunakan oleh KPI memberikan masukan, himbauan atau teguran kepada lembaga penyiaran telivisi untuk memperbaiki kualitas program yang mereka tayangkan.

Selain Tim Litbang KPI dan panitia lokal dari UIN Sunan Kalijaga yang diwakili oleh perwakilan dari Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Prodi Ilmu Komunikasi. Dalam workshop yang merupakan tahapan awal dari pelaksanaan program Riset Indek kualitas program telivisi 2020 itu dihadiri juga oleh Direktorat Politik dan Komunikasi Kementerian PPN atau BAPPENAS RI, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, komisioner Komisi penyiaran Indonesia wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta serta para informan ahli yang terdiri dari akademisi, budayawan, plagiat literasi, serta aktivis media massa.

Program riset indeks kualitas program siaran telivisi itu merupakan program prioritas nasional Komisi Penyiaran Indonesia dan Bapennas RI yang diselenggarakan bekerja sama dengan 12 perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Dewi Sri Sotijaningsih Kasubditt Komunikasi Ditpolkom Bappenas RI dalam sambutanya pada acara workshop tersebut. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa alasan program riset ini masuk pada program prioritas nasional karena program ini telah ditetapkan sebagai salah satu program pembangunan bidang politik dan komunikasi dalam RPJMN 2020-2024. Penetapan itu dilandaskan pada output program riset, yaitu berupa capaian yang mampu memaksimalkan konsolidasi demokrasi dengan tercapainya indikator meningkatnya jumlah lembaga penyiaran yang berkualitas. Untuk itu dalam pencapain indikator tersebut diperlukan kerjasama semua stake holder negara serta masifnya partisipasi dari semua pihak, salah satunya adalah berkerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi.

Selaras dengan hal tersebut, Dr. Mochammad Sodiq selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humoniora yang turut hadir dan memberi sambutan mewakili Rektor UIN Sunan Kalijaga menyampaikan bahwa UIN Sunan kalijaga berterima kasih kepada Komisi Penyiaran Indonesia karena diberikan kesempatan lagi untuk bekerjasama dalam pelaksanaan program yang sangat penting buat perbaikan iklim bermedia. Keterlibatan ini merupakan wadah bagi perguruan tinggi untuk melaksanakan komitmen yaitu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu juga, beliau juga berharap agar hasil dari program riset ini bisa didokumentasikan dalam bentuk karya ilmiah yang dipublikasikan di Jurnal ilmiah agar bisa diakses oleh masyarakat.

Sementara itu, dalam konteks metodologi dan mekanisme pelaksanaan, Andi Andrianto selaku Tim Litbang KPI menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini akan dilaksanakan hingga akhir Juni. Sampel program yang dipilih dibagi menjadi 9 kategori program yaituprogram berita, program infotainment, program Talkshow berita, program Variety show, program sinetron, program wisata budaya, program anak-anak, program religi dan program talkshow non berita. Program-program yang dipilih merupakan program-program dari 15 stasiun telivisi nasional yang secara ajeg dan konsisten ditanyangkan selama dekade januari hingga maret 2020.

Pria yang merupakan alumni Prodi KPI UIN Sunan Kalijaga ini juga menambahkan bahwa dari program-program yang telah dipilih nanti akan diserahkan kepada para informan ahli dan kemudian dianalisis sesuai dengan alat ukur kualitas program siaran yang sudah dibuat oleh Tim Riset dari Pusat dengan Pedoman Perilaku Siaran dan Standart Program Siaran (P3 dan SPS) sebagai landasanya. Kemudian setelah pengisian selesai akan dilanjutkan pada pelaksanaan FGD oleh Tim inti dan para informan ahli yang sudah melakukan analisis terhadap kualitas program-program acara tersebut.

Sumber:https://www.intip.co/tingkatkan-kualitas-program-siaran-kpi-gandeng-lagi-uin-sunan-kalijaga-selenggarakan-riset-indeks-kualitas-program-siaran/