Kembangkan Potensi Desa melalui Literasi "Digital Media"

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan pelatihan kepada masyarakat tentang literasi digital. Prodi KPI berkolaborasi dengan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga juga Pemerintah setempat dan masyarakat sekitar di Kalurahan Wonokerto Kapanewon Turi Kabupaten Sleman. Pelatihan Literasi Digital ini dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2021 mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Tempat pelaksanaan berada di Masjid An-nur Dukuhsari Wonokerto Turi Sleman dengan dihadiri puluhan remaja juga beberapa perwakilan ibu-ibu masyarakat sekitar di Kalurahan Wonokerto.

Salah satu narasumber yaitu Nanang Mizwar Hasyim menyampaikan pentingnya peluang memanfaatkan bisnis di era digital. Internet dan dunia digital dipandang bukan hanya sekedar pelengkap tetapi menjadi sebuah kewajiban dan keharusan bagi kepentingan individu maupun bisnis di era sekarang ini. Penggunaan internet dan juga media digital terus mengalami kenaikan baik dalam bentuk smartphone, tablet, komputer maupun laptop.

Dari segi pemanfaatannya bagi perorangan dapat dihitung dengan perkiraan dalam satu hari mencapai 1 sampai 3 jam dalam mengakses internet dan juga media sosial. Maka ini menjadi peluang bisnis di era digital dengan berbagai variasi macam produk dan penawarannya. Seperti dicontohkan bisnis yang saat ini berkembang di dunia online yaitu fashion kemudian bisnis afiliasi, youtuber, Blogger, pulsa, desain grafis dan banyak lagi lainnya.

Mochammad sinung restendy menyampaikan banyak segi positif dari berkembangnya media digital di samping ada juga segi negatifnya yaitu kegemukan informasi. Kegemukan informasi pada satu style atau selera yang sama dalam sebuah konten. Sehingga dibilang kaya informasi tetapi sempit pemahaman, karena karakter dunia maya itu menyuguhkan informasi yang satu style, yang sering kita lihat dan kita tertarik pada konten tersebut maka akan muncul saat itu juga ketika kita membuka layar gadget kita.

Maka hal itu pula yang menjadi rumus bagi para youtuber ataupun pengguna media sosial melacak setiap segmen pasar dan peluang bisnis yang digali melalui pemahaman tentang Chibberghettos, Eko Chamber effect dan juga filter bable. Beberapa hal itu menjadi referensi bagi para konten kreator ataupun youtuber dan juga orang-orang yang bergelut di dunia online untuk meningkatkan rating, viewers, promosi produk sehingga mendapat keuntungan ataupun hasilnya lebih meningkat.

Peserta dalam mengikuti pelatihan literasi digital sangat antusias. Baik remaja ataupun ibu-ibu sangat bersemangat. Hal ini terlihat pada form yang diisi di akhir acara, hampir keseluruhan mengatakan bahwa acaranya sangat bermanfaat, menginspirasi, menambah ilmu dan juga mengharapkan keberlanjutan dari program pelatihan ini. Salah satu peserta bernama Dian, berharap adanya materi yang lebih luas. Tambahan materi seperti marketing online, editing video, membuat konten dan juga harapan secara umum anak-anak muda di Kalurahan Wonokerto agar bisa membuat film pendek.

Ibu - ibu yang mewakili dalam pelatihan juga mengharapkan kedepannya jika ada pelatihan lagi pesertanya lebih banyak, tidak hanya perwakilan Pemuda tetapi juga melibatkan anggota arisan, UMKM, PKK dan semua unsur masyarakat setempat. Sehingga jika ada tindak lanjut pelatihan bisa mudah bersinergi utamanya terkait peluang bisnis digital. Secara umum masyarakat sekitar mengetahui bahwa potensi bisnis salak dan Desa Wisata di Kalurahan Wonokerto masih sangat mungkin untuk terus dikembangkan lebih luas lagi.